Tampilkan postingan dengan label OSTIAN MOGALANA 1963-1978. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OSTIAN MOGALANA 1963-1978. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Februari 2011

OSTIAN MOGALANA 1963-1978



Lahir di sungai penuh pada tanggal 2 mei 1924, Di Jambi.

Beliau adalah seorang yang memiliki minat yang cukup luas dalam bidang seni, menurut yang saya dengar dan tahu, beliau dapat memainkan beberapa alat musik, dan juga pandai sekali dalam hal bernyanyi, terbukti beliau selalu memberikan ilmu bernyanyinya kepada ke- tiga orang anak perempuannya.


Hingga saat ini pun jika berkumpu bersama keluarga besar, 3 orang anak perempuannya itu selalu menjadi andalan dalam bidang menyanyi, bisa dibilang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.


Bakatnya dalam bidang seni pun, secara alamiah menurun kepada seluruh anak cucunya, percaya atau tidak hampir seluruh anak cucunya memiliki bakat bakat seni seperti dalam hal menari, bernyanyi, bahkan bermain alat musik.

Beliau juga merupakan contoh yang baik bagi anak cucunya, walaupun saya tidak pernah bertemu dengan beliau, mendengar mengenai beliau dari almarhum ayah saya sunggu membuat saya kagum. Banyak hal positif yang dapat saya ambil darinya.

Mungkin hanya akan menjadi harapan saja untuk saya agar dapat bertemu beliau kini, namun walaupun hanya harapan saya sangat menginginkan agar saya dapat berbincang dengan beliau secara langsung, karena percaya atau tidak bertemu dengan kakek saya ini menjadi salah satu dambaan saya, walaupun dalam mimpi pun.

Sekedar penambahan, pendidikan formal yang pernah di ikuti beliau :

    •    Sutung Middle School di medan
    •    Yohnson Radio Engineering for Art and Painting di Singapura

Dimasa sekolah Ostian aktif di bidang musik (sebagai peniup terompet) dan drama. Bekerja di perfilman sejak tahun 1954 sebagai dekorator dan manager studio di Garuda Film Studio. Kemudian tahun 1959 ia meningkat menjadi anggota direksi. Mulai tahun 1970-an ia menjadi sutradara dalam beberapa film.

BUKIT PERAWAN1976OSTIAN MOGALANA
Director
PENDEKAR KELELAWAR 1978 OSTIAN MOGALANA
Director
CINTAKU TERGADAI 1977 OSTIAN MOGALANA
Director
DASAR REZEKI 1974 OSTIAN MOGALANA
Director
MISTERY 8 PENDEKAR 1977 OSTIAN MOGALANA
Director
GENERASI BARU 1963 AHMADI HAMID
Director
TANGAN BESI 1972 OSTIAN MOGALANA
Director

TANGAN BESI / 1972


Dengan kepandaian karate didikan pamannya, Iwan (Eddy S. Jonathan) pergi ke kota untuk mencari nafkah dan adiknya. Di kota ia tanpa sadar malah diperalat penjahat yang diincar penjahat. Berkat informasi pacarnya, Iwan lalu menggembleng pemuda desa untuk belajar ilmu bela diri sebagai persiapan menghadapi gerombolan penjahat yang ditinggalkannya. Dua polisi yang terus menguntit sang penjahat, ternyata salah satunya adalah adik Iwan yang dicari-cari. Ini ketahuan berkat kalung yang dipakai Iwan. Maka Iwan ikut dalam operasi penumpasan penjahat penyelundup dan penyebar ganja, apalagi pacarnya sempat diculik.

P.T. ISAE FILM
P.T. GARUDA FILM

CINTAKU TERGADAI / 1977



Lulus SMA Prayitno pergi dari desa pergi ke kota Bandung cari kerja, apalagi ia ditolak oleh orangtua pacarnya. Di kota seluruh miliknya dicuri. Maka cukuplah ia jadi tukang kebun pengusaha kaya, Harjo (Rendra Karno), duda yang punya anak tunggal Ratna (Diana Nasution). Karena kesepiannya, apalagi sering dibantu, maka Ratna pacaran dengan Prayitno. Marahlah Harjo dan dibuat perkara bahwa Prayitno mencuri perhiasan, hingga masuk penjara 1,5 tahun. Tindakan Harjo ini berbuah pahit. Ia sendiri hancur karena permainan spekulasinya. Rumahnya ikut tergadai. Surat gadai ini pindah-pindah tangan, hingga saat Harjo dan anaknya mengurus surat gadainya di sebuah kantor, bertemu lagilah ia dengan Prayitno yang sudah jaya dan jadi direktur perusahaan Marjono alias Hoo Jin (Hengky Nero), yang dibantunya waktu di penjara. Prayitno bersikeras. Ia ingin balas dendam. Ia berubah sikap setelah dinasehati Marjono, karena bagaimanapun ia masih mencintai Ratna. Justru Ratna yang jadi tersinggung ketika ditawarkan bahwa semua hutangnya dihapus.

Maka Harjo pun mengaku bahwa pencurian dulu itu hanya bikinannya, agar Prayitno bisa pisah dari Ratna. Giliran Ratna yang kini mencari Prayitno. Maka happy end. Film disuguhkan dengan teknik sorot balik. Kisah diawali dengan pengadilan yang menjatuhkan hukuman pada Prayitno, dan baru berjalan maju setelah Prayitno keluar dari penjara.

P.T. DIRODO GAJAH FILM

GENERASI BARU / 1963

GENERASI BARU

Disutradari bersama AHMADI HAMID 

PENDEKAR KELELAWAR / 1978

PENDEKAR KELELAWAR


Ki Sempani terbunuh, pedang Gundala Sangga Buana hilang tercuri. Matinya Ki Sempani, tampa sepengetahuan sang pembunuh disaksikan oleh Ki Bandung Bandawasa.

Dalam satu kerusuhan di satu kedai, anak buah Ki Arya Wasesa dikalahkan oleh seorang pendekar yang mengaku bernama "Kelelawar". Arya Wasesa murka dan memerintahkan "Si Pisau Racun" untuk menyeret sang "Kelelawar" ke tempatnya. Si Pisau Racun tewas dan Kelelawar terluka. Mirah, gadis anak kepala desa yang keluarganya telah tumpas dibunuh oleh Si Pisau Racun. Sedangkan Arya Wasesa sendiri berkehendak menjadikan Mirah sebagai istrinya.

Seorang pendekar berwajah buruk berhasil menggagalkan niat sang "Kelelawar" yang hendak memperkosa Mila. Sang pendekar itu pula berhasil menelanjangi jati diri sesungguhnya dari Arya Permana yang mengaku dirinya sebagai "Kelelawar", murid Ki Sempani. Arya Permana tewas. Arya Wasesa berhasil dikalahkan, Kelelawar kini harus berhadapan dengan Ki Bandung Bandawasa, gurunya. Kelelawar berkeyakinan bahwa Ki Bandung Bandawasa lah yang telah membunuh Ki Sempani, gurunya dan bertanggung jawab atas hilangnya pedang pusaka Ki Gundala Sangga Buana.
 
Dengan diantara Ni Sekartaji, Kelelawar diantara menuju ke kediamannya Ki Dasagriwa, yang telah membunuh Ki Sempani dan mencuri pedang pusaka. Peristiwa tang disaksikan secara tak sengaja oleh Ki Bandung Bandawasa.

Jaka Malela atau sang Kelelawar tak berdaya melawan Ki Dasagriwa, ia kalah dan jatuh ke dalam jurang. Sementara itu, Ni Sekartaji, putri Ki Bandung ditahan dan hendak dijadikan istri oleh Ki Dasagriwa.

Di dasar jurang, Jaka si Kelelawar menemukan ilmu silat Lebur Sayeti milik Ki Lantur dari Danau Biru di dalam gua di dasar jurang tersebut.

Jaka mempelajari dan memperdalam ilmu silat tersebut dengan bantuan Mirah yang menyusulnya ke dasar jurang.

Ki Bandung kalah melawan Ki Dasagriwa, dalam keadaan tak berdaya, ia dibunuh oleh para pengawalnya tanpa sepengetahuan Ni Sekartaji yang telah menyanggupi menjadi istri Ki Dasagriwa asal nyawa ayahnya di selamatkan.

Pedang Gundala Sangga Buana berhasil dilarikan oleh Ni Sekartaji dan kedua embannya. Sang emban tewas, kini Ni Sekartaji harus berhadapan dengan Ki Dasagriwa, suaminya berserta para pengawalnya. Di saat kritis, Jaka si Kelelawar datang bersama Mirah.

Kelelawar kini berhadapan kembali dengan musuh utamanya, berbekal ilmu dari Ki Lantur, juga jurus ciptaannya sendiri yakni jurus Ular.

MISTERY 8 PENDEKAR / 1977



Sebuah dusun dilanda kecemasan karena munculnya manusia kera dan hilangnya delapan pendekar yang menguasai dusun itu. Manusia kera tadi menuntut tumbal satu perawan setiap tahun. Datanglah kemudian seorang pendekar, Jaka Lelana (Sutrisno Wijaya). Pada awalnya kedatangannya dicurigai penduduk desa, hingga ia menghindar. Setelah keadaan krisis memuncak, Jaka diundang datang lagi. Pertarungan mati-matian terjadi. Jaka menaklukan dulu delapan pendekar yang "hilang" di awal kisah, yang ternyata pengikut manusia kera. Sedang manusia kera itu sendiri adalah salah seorang penduduk desa yang gila kuasa dan maniak seks.
P.T. BOLA MAS JAYA FILM

DASAR REZEKI / 1974



Empat pemuda desa yang menamakan diri Empat Jaka Riang terdiri dari Dudung (Mang Dudung), Diman (Mang Diman), Harry (Mang Harry) Udi (Mang Udi) mencari pengalaman ke kota. Perjalanan ke kota penuh pengalaman lucu, karena keluguan mereka, bahkan sempat ditangkap polisi. Karena tak bersalah, mereka dibebaskan dan dilatih untuk menjadi hansip. Mereka ditugaskan kembali ke desa untuk mengamankan sebuah proyek yang tengah dibangun. Dalam tugasnya mereka berhadapan dengan komplotan penjahat Tengkorak Hitam dan dapat menyelesaikannya.
P.T. ARTA CATA FILM

MANG DUDUNG
MANG DIMAN
MANG HARRY
MANG UDI
A. HAMID ARIEF
TANTY JOSEPHA
HADISJAM TAHAX
AMINAH BANOWATI
YATTI KUSUMAH
HUSIN LUBIS
EDDY S. JONATHAN
DALLY DAMAYANTI

 Sebagai anggota polisi bagian kesenian, membentuk group lawak Reog BKAK


 
 Mang Dudung


 





 Mang Diman












Mang Harry










Mang Udel





 

BUKIT PERAWAN / 1976



Tiga pendekar yang memiliki keahlian masing-masing menurunkan ilmunya pada Jaka Lelana. Setelah tiga tahun ia disuruh turun gunung dan sampai ke sebuah desa yang dikuasai oleh tuan tanah pemeras yang punya jagoan-jagoan hebat, termasuk diantaranya Teratai Hitam, yang senang memperkosa pria. Ke desa itu muncul juga seorang jagoan yang ingin dianggap pesilat nomor satu di kolong langit. Jaka terpaksa menghadapi mereka semua ini untuk membela penduduk dan juga seorang gadis yang dipaksa kawin oleh anak tuan tanah. Setelah selesai, ia kembali berkelana.

P.T. BOLA MAS JAYA FILM

SUTRISNO WIJAYA
LILIEK A. DELIANA
SARI ASMORO
ENNY CHRISTINA
ASEP SUPARMAN
MARYA SUPARDI
MUNADJAT
SLAMET RAHARDJO
SUNARYO
HARSONO POESPO ASMORO
PRIO SANDIGO
SULISTYOWATI